Coffee Farmer Education Through a Personal Approach

The Managing Director of PT. Gravfarm Indonesia, Lucy Tedjasukmana, has been familiar with the tradition of sipping coffee since she was young. As a child, she often tasted the coffee that her father was drinking. This is how she got to know the beverage. She could not forget its delightful taste, aroma, and the mix of its composition. Now she has chosen to grow coffee and run her business as a coffee farmer.

As a coffee farmer, she is of course familiar with proper coffee processing techniques. She also understands the conditions of coffee farmers in Indonesia. She strives to educate farmers about coffee plants through a relaxed and gentle personal approach.

As a result, the coffee she processes achieved the highest scores and became the most expensive coffee in Indonesia at the Micro Lots Specialty Coffee Indonesia (SCAI) auction in Jakarta. Her processed coffee was sold at Rp2,050,000 per kilogram and was recorded in the Indonesian World Records Museum.

It is truly a very proud achievement. “I prefer to be called an artist coffee comes from businessmen. I enjoy spending time more with people (coffee farmers) in the village because their mindset is still very simple,” he said. There are about 200 coffee farmers involved in his company. He also collaborates with farmers from the Forest Farmers Group (KTH). If the coffee beans they send meet his criteria, he will take them. If they don’t match, he informs them about good coffee picking techniques. He asks them to come back with better coffee beans. “You can’t use an iron hand, take it easy, and you have to have a gentle personal approach. I enjoy chatting, picking coffee, eradicating pests, and cooking or having coffee together in the garden,” he said. Source – Koran Tempo, January 6-7, 2018

“Serving Beyond the Badge: Legitimate Performance on New Year’s Eve, Brewed with West Java’s Black Honey Coffee”

(The New Years Night at Lapangan Gasibu and Alun-Alun Bandung pulse with the energy of thousands welcoming the new year. Amid the crowd, uniformed leaders move not as distant officials, but as servants of the community they protect.)

December 31, 2018


“In the midst of securing one of the busiest nights of the year, leadership reveals its truest form. On this New Year’s Eve, the Chief of West Java Police, Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, alongside the Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Doni Monardo, and the Governor of West Java, Ahmad Haryawan, step away from strategy briefings and into a different kind of duty.

They are not here to command from a distance. They are here to serve.

With their own hands, they brew Black Honey coffee—a specialty of West Java—and prepare to share it with the people who fill the streets in celebration. Alongside 4,000 packages of fried rice, 200 cups of this meticulously crafted coffee are distributed to the crowd.

This is legitimate performance in its most human form. It is the recognition that leadership is not merely about authority, but about presence. That security is not only enforced through protocol, but also strengthened through connection. In the simple act of brewing coffee and offering warmth on a cool night, these leaders demonstrate that their commitment to the people extends beyond the formal duties of office.

The coffee they serve carries its own legitimacy—a product of West Java’s rich coffee heritage, made with care and shared with generosity. And in that shared moment, between those who protect and those they protect, a different kind of trust is built. One that is not declared, but demonstrated.

As the clock strikes midnight and the new year begins, the image lingers: leaders who understand that legitimate performance is not measured by rank alone, but by the willingness to stand alongside the people, cup in hand, serving with integrity.”


 

Gravfarm Black Honey di Pameran “Ngopi Saraosna Volume 4”

Bandung, (GRAVFARM News) – Harga kopi asal Jawa Barat ternyata ada yang dihargai Rp 2 Juta/kg. Tak hanya itu, peningkatan harga kopi asal Jabar pun cukup signifikan dari Rp 80.000/kg menjadi Rp 300.000/kg. Kondisi ini menguntungkan para pembudi daya atau pelaku usaha di bidang kopi dan menjadi garapan yang prospektif.

“Bahkan ketika kemarin di Jakarta (kontes kopi), kopi Jabar dari Ciwidey dihargai Rp 2 Juta/kg,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di sela-sela pameran kopi Ngopi Saraosna Volume 4 persembahan Pemerintah Provinsis Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Citarum, Bandung. Jumat dan Sabtu (8 – 9 Desember 2017).

Kopi yang dimaksud adalah kopi Black Honey asal Gunung Patuha, Ciwidey, Kabupaten Bandung yang dihargai Rp 2 Juta/kg pada kompetisi kopi yang digelar Asosiasi Kopi  Spesial Indonesia (AKSI) pada 17 November 2017. Bahkan kopi produksi GRAVFARM tersebut mendapat sertifikat Arabica Coffee Auctioned at the Highest Price dari Museum Rekor Dunia Indonesia.

Lucy Tedjasukmana selaku pemilik GRAVFARM menjelaskan bahwa harga kopi tersebut merupakan penghargaan dari para beeder terhadap kinerja pengolahan kopi mereka sehingga layak dihargai dengan harga tinggi. Kenyataannya, GRAVFARM tidak menjualnya dengan harga tersebut melainkan Rp 300.000-an/kg.

“Setelah ajang kemarin, harga kopi kami mengalami kenaikan dan peningkatan permintaan. Akan tetapi, karena kita masih bermain lokal maka harganya menjadi Rp 305.000/kg. Jadi, kami tidak aji mumpung. Kami berpikir untuk mencari kopi yang spesial bukan hanya untuk keuntungan,” ujarnya ketika ditemui di Gedung Sate.

Harga kopi saat ini memang bersaing. Banyak pegiat kopi lain yang mematok harga lebih tinggi ketimbang hasil kopi olahan GRAVFARM. Untuk mendapat kopi yang spesial memang tidak mudah dan memerlukan waktu yang panjang. Misalnya, kopi Black Honey pengolahannya memerlukan waktu satu bulan setelah pemetikan. Perlakuannya mulai dari pemilihan lahan, pendisiplinan petani, pemilihan bibit kopi, sertifikat single origin, hingga sistem panen yang tidak sembarang.

Lucy Tedjasukmana makin optimis dengan perkembangan kopi di Indonesia karena jumlah konsumen kopi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Sementara, kebutuhan bahan baku kopi belum dapat terpenuhi sehingga peluang membudidayakan dan mengolah kopi di Indonesia cukup besar.

Sumber – Pikiran Rakyat, 11 Desember 2017

Set featured image

“The Price of Proof: Ciwidey Black Honey Coffee Sets World Record Through Legitimate Performance”

In a room filled with coffee professionals, auctioneers, and international buyers, the atmosphere is charged with anticipation. The Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) is about to announce a result that will echo far beyond these walls.)

Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. October 20, 2017.

“An auction is more than a transaction. It is a verdict—a moment when the market places its trust, and quality is given a number. On this afternoon, that verdict rewrites history.

The coffee in question: Arabica Ciwidey, grown on the slopes of Gunung Patuha in Bandung, at an elevation between 1,200 and 1,300 meters above sea level. Processed with meticulous care using the Black Honey method—a technique that demands precision, patience, and an intimate understanding of the bean. It is a coffee born of place, crafted by skilled hands, and now, submitted to the judgment of the world.

The hammer falls. The price: Rp 2,050,000 per kilogram.

Not just a record for Indonesia. A record for the world.

This is legitimate performance in its purest form. No marketing claim, no branding campaign can substitute for what happened here. The price reflects the result of verifiable excellence: exceptional cup quality, traceable origin, consistent processing, and a supply chain built on integrity. Buyers did not pay for a story—they paid for proof, validated by cupping scores, affirmed by international standards, and sealed by competitive bidding.

In that moment, Indonesian specialty coffee stood at the pinnacle. The Black Honey Process of Ciwidey became a benchmark—demonstrating that when quality is genuine, when practices are transparent, and when performance is measurable, the world will acknowledge it at full value.

That afternoon at Grand Sahid Jaya was not merely an auction. It was a declaration that Indonesia’s coffee sector possesses the discipline, the skill, and the credibility to compete at the highest level—and to set records that endure.”


Title:

 

Trubus.id — Arabika Lini S, kopi dari Ciwidey Jawa Barat, menjadi kopi termahal di dunia dengan harga Rp. 2.050.000 per kg. Sekali panen, kopi ini hanya sekitar 60 kg saja.

Pemilik kopi dari Gravfarm Indonesia, Lucy Tedjasukmana mengaku sangat senang, kaget, sekaligus bangga.

“Ini bukan pencapaian untuk saya saja, tapi juga untuk petani indonesia. Ini bukti kita sudah dihargai sebegitu tinggi dan saya sangat bangga.” ucap Lucy antusias kepada trubus.idsaat ditemui acara lelang kopi di Grand Sahid, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Lucy menceritakan, dalam proses penanaman kopi, ia menerapkan honey proses. “31 hari proses fermentasinya. Selama itu benar-benar under kontrol dan cukup sulit,” katanya.

Dijelaskannya, yang membuat beda dengan kopi lainnya, perkebunan Lucy sudah melakukan peremajaan sekitar empat tahun lalu. Selain itu, ada standarisasi yang diterapkan ketika memanen.

“Kalau buahnya masih ada hijau-hijau akan kita sortir. Kita hanya mengambil biji yang merah merata saja,” tuturnya.

Kemudian, biji-biji kopi itu yang masih fresh, tiga jam kemudian langsung diproses. [AG/AS]

Berita Lengkap: https://news.trubus.id/post/arabika-lini-s-asal-ciwidey-kopi-termahal-di-dunia-3124

Black Juice – Java Toebroek Brand Ambassador

Java Toebroek sebagai brand kopi Arabika terbaik di Indonesia kembali mendukung penampilan Black Juice yang terpilih menjadi Brand Ambassador pada saat peluncuran single musik dan video mereka. Single yang diberi judul “INDONESIA#negeriyangkubela” diluncurkan bersamaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-72.

Black Juice dipilih karena mereka memang memiliki karisma tersendiri khususnya dengan brand image yang ditawarkan. Beranggotakan enam orang musisi papan atas, Vokalis Farid Ahmad, Bassis Dadan BJ, Gitaris Ivan Godig, Gitaris Vicky Abdie Ardhian, Drummer Harry Beatmaker, dan Keyboardist Scot Naia BJ. Black Juice mengusung musik bergenre pop – rock yang memberikan spirit, warna, serta semangat yang positif dalam kehidupan.

Java Toebroek Promo Merdeka di Trans Studio Mall Bandung

Sukses menyelenggarakan KKTC dan Ramadhan Fair 2017, Gravfarm Group bersama Java Toebroek sebagai salah satu brand kopi specialty Arabika terbaiknya kembali mengadakan pameran kopi terbesar pada akhir Juli hingga 20 Agustus 2017 di Ground Floor Trans Studio Mall Bandung Jalan Gatot Subroto No. 289, Bandung, Jawa Barat. Pameran bertajuk “Java Toebroek Promo Merdeka” diselenggarakan sekaligus untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.

Pada pameran ini, Gravfarm mempersembahkan brand kopi Arabika terbaiknya kepada para pengunjung dan pecinta kopi. Brand kopi yang ditawarkan antara lain Java Toebroek, Gravfarm 1831 red, Gravfarm 1831 yellow, Hyang Coffee, Kopi Ireng, Kopi Luwak Liar, Premium Arabica Coffee, serta brand kopi murni Arabika lainnya baik dalam bentuk bean (biji) maupun ground (bubuk).

Pengunjung yang beruntung akan mendapatkan harga khusus selama pameran berlangsung. Gravfarm menyediakan voucher khusus “Tujuh Belasan” berupa potongan harga 17 ribu rupiah bagi pembeli kopi dengan brand kopi Gravfarm. Voucher promo berlaku pada saat transaksi pembelian kopi mulai tanggal 15 hingga 20 Agustus 2017 di booth Java Toebroek Ground Floor TSM Bandung. Voucher promo tidak dapat diuangkan sebagian atau seluruhnya dan hanya berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) saja.

Besarnya jumlah pengunjung di booth Java Toebroek turut memberikan andil besar terhadap pencapaian penjualan brand kopi specialty kami setiap harinya. Hal ini membuktikan bahwa Java Toebroek diterima dan dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Pengunjung tidak perlu kecewa jika stok kopi yang dipamerkan habis atau kurang dan hanya tersisa sedikit jumlahnya. Pengunjung dapat memesan terlebih dahulu (indent) sesuai brand kopi yang diinginkan. Pesanan nantinya dapat diambil di booth Java Toebroek selama pameran atau dikirim langsung ke tempat tujuan.

Sebelum mengunjungi pameran, sebaiknya pengunjung dan para pecinta kopi mengetahui terlebih dahulu brand kopi apa saja yang menjadi incaran. Dengan demikian, pengunjung tidak bingung menentukan brand kopi favoritnya karena banyaknya pilihan brand kopi yang dipamerkan. Sedikitnya pengunjung memiliki gambaran umum atau product review dengan melakukan browsing pada situs ini.

Branding JAVA TOEBROEK di Jalur Mudik Lebaran 2017/ 1438H

JAVA TOEBROEK menjadi satu-satunya brand kopi terbesar yang turut serta dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas khususnya di jalur mudik Lebaran 2017/ 1438 H. JAVA TOEBROEK setia menemani perjalanan para pemudik yang ingin merayakan hari raya di kampung halaman. Umbul-umbul brand JAVA TOEBROEK dapat kita lihat di antaranya di Rest Area Km 147 Cileunyi Bandung, jalur Nagreg Cicalengka, dan kawasan Kadungora, Garut.

JAVA TOEBROEK menjadi brand kopi yang dikenal dan disukai oleh konsumen terlebih karena kemurnian 100% kopi Arabika asli Indonesia. Hanya dengan melihat logonya saja maka konsumen sudah dapat terhubung secara emosional akan kenikmatan, cita rasa, dan aroma seduhan kopi JAVA TOEBROEK.

Pengalaman dan respon konsumen terhadap kopi JAVA TOEBROEK menunjukkan bahwa mereka yang sudah memahami specialty coffee akan terus mencari (explore) kenikmatan rasa yang paling enak (ultimate taste). Gravfarm selaku produsen kopi mengerti akan hal ini yaitu dengan menyediakan aneka brand kopi murni Arabica terbaiknya.

Ramadhan Fair JAVA TOEBROEK di Festival Citylink dan Rest Area Km 147

Selama bulan Ramadhan 1438 H di bulan Mei hingga Juni 2017, Gravfarm mengadakan event Ramadhan Fair JAVA TOEBROEK 2017. Event ini adalah pameran terbesar Gravfarm berupa penjualan aneka macam 100% Arabica Coffee. Event diselenggarakan di dua tempat, yaitu Ground Floor Festival Citylink Bandung dan Rest Area Km 147 Cileunyi Bandung. Ramadhan Fair JAVA TOEBROEK menjadi event yang paling ditunggu-tunggu para penikmat kopi untuk melihat lebih dekat serba-serbi specialty coffee khususnya kopi asli Indonesia.

Ini merupakan pameran terbesar kedua brand kopi JAVA TOEBROEK hadir di Indonesia. Sebelumnya, JAVA TOEBROEK hadir pertama kali pada pameran Konvensi Kopi, Teh, dan Cokelat Indonesia 2017 di La Piazza, Jakarta Utara.

Pada pameran JAVA TOEBROEK di Festival Citylink, Preview-sale JAVA TOEBROEK dimulai sejak mall dibuka pada pagi hari hingga berakhir pukul 10 malam. Sedangkan untuk Rest Area Km 147, pameran dilaksanakan 24 jam nonstop tanpa ada jam tutup.

Agar tidak kalap, sebaiknya para pecinta kopi yang ingin datang ke pameran kopi JAVA TOEBROEK sudah punya bayangan mengenai kopi apa saja yang diincar. Tidak harus spesifik, secara general pun sudah cukup. Namun jika tidak punya bayangan sama sekali, para pecinta kopi sebelumnya dapat melakukan browsing review brand kopi Gravfarm dulu di situs ini.

Konvensi Kopi, Teh, dan Cokelat Indonesia 2017

Gravfarm selaku produsen yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kopi asli Indonesia hadir sebagai salah satu exclusive coffee brand pada event tahunan Konvensi Kopi, Teh, dan Cokelat Indonesia (KKTC) 2017. Gravfarm hadir selama 4 hari mulai 18 hingga 21 Mei 2017 di La Piazza, Jalan Boulevard Raya, Blok M, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sebagai brand pengisi etalase perhelatan akbar ini, Gravfarm yang telah berpengalaman dalam pengolahan kopi premium menyuguhkan produk-produk dan komoditas kopi terbaik khususnya kopi asli Jawa Barat. Selain eksibisi, Gravfarm terlibat pula pada kegiatan workshop, seminar, serta talkshow khususnya mengenai kopi, teh, dan cokelat sebagai tiga produk andalan pertanian untuk komoditas ekspor. Pameran akbar ini adalah hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Seiring kemajuan teknologi, konsumsi kopi, teh, dan cokelat telah menjadi gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Menyadari hal ini, Gravfarm terus berkreasi dan berinovasi memenuhi kebutuhan kopi baik di dalam maupun di luar negeri untuk menghasilkan produk premium specialty coffee. Dengan demikian, Gravfarm menghasilkan produk olahan kopi yang tidak kalah kelasnya bahkan lebih baik dibandingkan dengan produk-produk negara lain.

Java Toebroek Support Black Juice 11 Tahun Anniversary

Java Toebroek dengan bangga menjadi satu-satunya brand kopi yang mendukung perhelatan “Black Juice 11 Tahun Anniversary” dengan mengambil spot di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan. Kawasan ini terpilih sebagai tempat penyelenggaraan acara berkaitan dengan dataran tinggi tempat tumbuhnya bibit-bibit kopi asli Arabika sebagai bahan baku aneka brand kopi Gravfarm.

Event diselenggarakan selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu, 15 dan 16 April 2017. Jumlah pengunjung yang hadir pada perayaan tersebut mencapai ribuan orang. Tidak hanya menikmati hentakan musik, pengunjung ditemani pula oleh kesegaran udara dingin tempat tumbuhnya berhektar-hektar tanaman kopi.